View images and videos on Instagram. Find out Most Popular Hashtags and Users. Newest Popular medias and share them Publicsta
  1. Homepage
  2. Locations
  3. Sumur Taman Bidadari medias

Sumur Taman Bidadari medias on Instagram

List of photos and videos recently pinned on Instagram with location: Sumur Taman Bidadari

Andry Ahmad (@andri019) Instagram Profile Photo andri019

Andry Ahmad

Advertisement

Instagram Image by Andry Ahmad (@andri019) with caption : "Black original😆" at Sumur Taman Bidadari - 1519987919379552947
Report Share Download 1 120

Black original😆

claudia paramita (@claudydia) Instagram Profile Photo claudydia

claudia paramita

Advertisement

Instagram Image by claudia paramita (@claudydia) with caption : "Kakak - Adek = Tom and Jerry 🐭🐭🐱🐱" at Sumur Taman Bidadari - 1427202284848472151
Report Share Download 16 74

Kakak - Adek = Tom and Jerry 🐭🐭🐱🐱

Pengawas Kopma UNY (@pengawaskopmauny) Instagram Profile Photo pengawaskopmauny

Pengawas Kopma UNY

Advertisement

Instagram Image by Pengawas Kopma UNY (@pengawaskopmauny) with caption : "SUMUR

Waktu telah mengubur segalanya. Juga sumur-sumur di sawah-ladangku. 
Entah sudah berapa lama tak kujumpai sebuah " at Sumur Taman Bidadari - 1426044733951705627
Report Share Download 0 20

SUMUR Waktu telah mengubur segalanya. Juga sumur-sumur di sawah-ladangku. Entah sudah berapa lama tak kujumpai sebuah sumur dalam rumahku. Mata air tak lagi digali dari perut bumi, dan air mata telah tumpah pada negeri Ibu Pertiwi. Tujuh sumur yang dahulu tiap tengah malam selalu ditimba oleh Ibuku, kini entah menjelma apa. Kedangkalan sudah merambah hingga di jiwa. Yang tersisa kini hanya kedangkalan saja. Cangkul dan linggis telah lama berkarat, sedangkan kendi-kendi hakiki kian tak terisi. Sumur-sumur tua itu kini tak lagi ada yang menimba. Juga mata air kebeningan yang ada di dasar bumi itu kini seakan sudah selesai tugasnya. Telaga atau sumur sudah berganti busana menjadi comberan saja. Zaman telah sampai pada takdirnya, saat sumur-sumur bening itu mulai terkubur dan pada kedalaman bumi tak lagi ada yang ikhlas menimba. Kini hanya ada ember bocor dimana-mana. Ember yang tak mampu lagi menampung air mata, sebab dosa para pujangga hanyalah saat ia melupakan pena dan sumur-sumur bening itu tak lagi ada yang sudi menimba. . . . .